SATEMA

Ketika masih sekolah di SMP/ SMA dua puluhan tahun yang lalu, setiap senin pagi selalu diadakan upacara bendera. Dalam kesempatan itu biasanya kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan upacara bendera ini juga menjadi kesempatan penyampaian informasi, nasehat atau aturan-aturan lainnya dari pembina upacara (pimpinan sekolah).

Saya masih ingat kepala sekolah SMAN 5, (alm) Pak Kasiran yang rutin menjadi pembina upacara hari senin pagi tersebut. Banyak nasehat dan petuah yang beliau berikan pada kesempatan itu. Ada satu yang sangat berkesan bagi saya dan terus teringat sampai saat ini. Pesan yang satu ini mudah diingat karena beliau menggunakan suatu istilah singkatan yang menarik yaitu SATEMA. Ini adalah singkatan dari tiga kata yaitu SAlam, TErima kasih dan MAaf. Menurut beliau (dalam batasan pemahaman dan ingatan saya), ini adalah kunci penting dalam berinteraksi dengan orang lain. Tiga kata ini harus selalu ada dalam setiap interaksi kita dengan orang lain yaitu menyampaikan salam, mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf.

Ucapan salam menjadi kunci pembuka dalam berhubungan dengan orang lain, baik secara lisan ataupun tulisan. Janganlah lupakan untuk selalu mengucapkan salam sebelum memulai interaksi dengan orang lain, apalagi dengan orang baru yang belum kita kenal. Salam ini bisa berupa ucapan “Assalamu’alaikum”, “Selamat pagi”, “Good Morning”, “Apa Kabar?” atau jika interaksi lewat tulisan (surat) bisa menggunakan “Dengan hormat” dan sebagainya. Salam juga menjadi penutup interaksi kita dengan orang lain. Jika interaksi dibuka dengan salam, alangkah baiknya juga diakhiri dengan salam misalnya: “wassalamu’alaikum”, “selamat siang”, atau jika dalam surat “hormat saya”. Salam/ sapaan atau greeting ini adalah hal penting dalam budaya manapun. Itulah sebabnya bila kita mempelajari bahasa atau budaya suatu bangsa atau negara lain maka biasanya pelajaran pertama adalah tentang greeting.

Yang kedua adalah ucapan terima kasih. Janganlah ragu untuk mengucapkan/ menyampaikan terima kasih dalam interaksi kita dengan orang lain. Terima kasih untuk hal apapun. Ucapan terima kasih adalah salah satu bentuk penghormatan kita pada orang lain. Ucapan ini tidak hanya perlu diucapkan manakala kita mendapat/ menerima sesuatu dari orang lain. Bahkan kesediaan orang lain untuk berinteraksi dengan kita pun patut untuk kita apresiasi dengan ucapan terima kasih. Misalnya adalah “Terima kasih atas kehadirannya..”, “terima kasih atas informasinya….”, “terima kasih atas bantuan dan kesediaanya….” dan lain sebagainya. Bahkan untuk forum atau interaksi yang nonformal pun ucapan terima kasih jangan sampai terlewat.

Jika terima kasih adalah bentuk penghormatan dan apresiasi kita pada orang lain atas kesediaannya berinteraksi dengan kita, maka maaf atau permintaan maaf adalah untuk melengkapinya. Ini adalah etika kerendahhatian. Janganlah segan untuk menyampaikan permintaan maaf. Maaf untuk hal apapun meskipun tidak melakukan kesalahan. Tentu saja permintaan maaf menjadi sangat penting (bahkan harus disampaikan) manakala ada kesalahan/ kekeliruan kita dengan pihak lain yang berinteraksi dengan kita.

Itulah tiga kata kunci dalam interaksi dengan orang lain yang saya ingat sampai saat ini: SaTeMa.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JAJALINPUS 04112015

Udara pagi di kampus terasa sejuk setelah kawasan kampus diguyur hujan sore kemarin. Genangan air di beberapa tempat di tepi jalan masih tampak menandakan hujan yang cukup deras. Setelah beberapa hari yang panas menyengat di Bandung, hujan kemarin sore mudah-mudahan menjadi tanda datangnya musim hujan.

Sejak semalam sebenarnya saya berencana untuk keliling SORGA (Sarana Olah RaGA) alias SARAGA mumpung hari Rabu saya tidak ada jadwal kuliah. Tapi apa daya, lupa membawa perlengkapan standar untuk menikmati suasana di SORGA sehingga diputuskanlah bahwa pagi ini levelnya hanya JAJALINPUS alias JAlan JAlan keLIling kamPUS.

ITB giat membangun sejak tahun lalu. Beberapa gedung besar-besar telah selesai dibangung. Ada CADL, CAS, Museum Energi, dan lain sebagainya. Pagi ini (nampaknya sudah sejak dua atau tiga minggu yang lalu) sedang dimulai pula pembangunan di pojok Barat Laut kampus, tepat di seberang kawasan BATAN Bandung. Jika dilihat dari nama proyek yang terpampang di papan yang dipasang, ini adalah pembangunan LABTEK XIV. Wow… banyak LABTEK di ITB. Kawasan yang dibangun ini adalah dulunya eks UPTOR (UPT Olah Raga) yang beralih jadi kantin BARAT LAUT dan juga TOKEMA.

Pembangunan LABTEK XIV

Banyak gedung baru di ITB artinya luasan bangunan di ITB bertambah cukup signifikan. Bahkan sekira tahun lalu saat dimulainya pembangunan beberapa gedung yang besar pimpinan ITB menyampaikan bahwa jika gedung-gedung baru itu telah selesai maka luas bangunan di ITB menjadi dua kali lipat. Ditambahkan pula mestinya tidak ada lagi keluhan tentang kurang ruang. Tapi ironisnya ruang kuliah makin tidak memadai saat ini. Permintaan tambahan ruang untuk pelaksanaan ujian tengah semester tidak lagi bisa dipenuhi. Akibatnya ujian tengah semester dilaksanakan di ruang yang biasa digunakan untuk kuliah. Mahasiswa berdesakan saat ujian, mestinya tidak demikian. Memang gedung baru bertambah, luas bangunan dan lantai bertambah menjadi dua kali lipat tapi tidak ada gedung khusus untuk kuliah. Gedung-gedung baru itu berisi kantor, lab, ruang-ruang pertemuan yang kecil bukanlah GKU (Gedung Kuliah Umum). Ruang-ruang yang katanya dapat dipergunakan untuk kuliah hanyalah diselipkan di bagian-bagian tertentu gedung baru itu. ITB sudah 25 tahun tanpa GKU baru. Wajar saja susah mencari ruangan untuk kegiatan perkuliahan dan ujian.

Masa-masa ujian tengah semester, spanduk semacam ini muncul lagi

Spanduk khusus ujian

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tiga Ujian Saringan ala Socrates

Nabi mengajarkan agar melakukan tabayyun (konfirmasi) bila kita menerima informasi tentang suatu hal (terutama yang menyangkut orang). Selain itu ditekankan pula untuk menghindari ghibah (menggunjing) dan memfitnah.

Sekarang banyak sekali informasi yang tersebar, mengikuti jaman yang serba online ini. Siapa saja bisa ikut menyebarkan informasi. Di antara informasi yang beredar luas dan cepat itu ada yang benar tapi tidak sedikit yang sampah. Ada yang benar dan berguna, tapi ada juga yang benar namun tak berguna. Kita perlu hati-hati menyaring informasi yang kita terima apalagi untuk kemudian menyebarkannya kepada orang lain.

Terkait masalah penyaringan informasi, dikenal cara Socrates untuk menyeleksi apa yang dapat kita terima. Cara ini bisa diringkaskan dengan tiga kata: BENAR, BAIK, BERGUNA.

Konon seseorang datang kepada Socrates dan bermaksud menyampaikan suatu informasi tentang temannya. Sebelum Socrates setuju untuk mendengar cerita itu, ia mengajukan pertanyaan saringan kepada si pembawa informasi tersebut:

Socrates (S): “Apakah kau yakin bahwa informasi yang akan kau sampaikan ini BENAR?”
Pembawa Informasi (PI): “Aku tidak yakin, justru aku bermaksud mengetahui kebenarannya dengan menyampaikan padamu.”
S: “Jadi kau bermaksud menceritakan sesuatu hal tentang temanku yang belum pasti kebenarannya? Baiklah mungkin pertanyaan kedua dapat memberikan alasan agar aku dapat mendengan ceritamu itu. Apakah yang akan kau sampaikan itu sesuatu yang BAIK?”
PI: “Tidak, ini sesuatu yang buruk”
S: “Jadi kau bermaksud menceritakan sesuatu hal yang buruk tentang temanku yang bahkan kau tidak yakin dengan kebenarannya? Baiklah sekarang pertanyaan ketiga mungkin akan memberikan alasan yang kuat bagiku untuk mendengar ceritamu. Apakah yang akan kau ceritakan padaku itu adalah sesuatu yang BERGUNA bagiku?”
PI: “Nampaknya tidak”
S: “Sebaiknya kau tidak usah menceritakannya padaku dan aku tidak mau mendengarnya. Informasi yang kau bawa itu TIDAK BENAR, TIDAK BAIK dan TIDAK BERGUNA”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengelolaan File Portable Document Format (PDF)

File dalam bentuk PDF (Portable Document Format) telah menjadi hal yang penting dalam pengelolaan dokumen. Dalam bekerja dengan file PDF sering diperlukan beberapa tindakan editing seperti menggabung beberapa file, memisahkan halaman, memberi komentar dan lain sebagainya. Untuk keperluan tersebut, dua catatan penting adalah:

  1. Menggabungkan beberapa file PDF menjadi satu file baru ataupun memisahkan satu file PDF menjadi beberapa file. Ada software free yang dapat digunakan untuk keperluan ini yaitu Adolix.
  2. Memberi komentar, memberi highlight, catatan, menambahkan teks sehingga dapat digunakan untuk mengisi formulir. Software gratis yang dapat digunakan untuk keperluan ini adalah PDFXVwer. Sebenarnya ini adalah software berbayar, namun versi gratisnya sudah mencukupi untuk menambahkan komentar, highlight, catatan dlsb.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lampiran SK Akreditasi BAN PT S2 Fisika 2011 & S3 Fisika 2014

Banyak alumni S2/ S3 yang menanyakan tentang bukti akreditasi S2/ S3 Fisika. Untuk memudahkannya, copy lampiran SK Akreditasi S2 Fisika saya simpan di box saja. Dapat diakses di link (2011-2016). Sedangkan Sertifikat Akreditasi S3 ada di link (2014-2019).

Posted in Uncategorized | Leave a comment