CATATAN EKUINOK 2015

Orientasi sumbu rotasi planet Bumi membentuk sudut sekitar 23.5 derajat terhadap arah normal bidang orbit planet Bumi mengelilingi Matahari. Fenomena terbit dan terbenam Matahari bagi penghuni planet Bumi disaksikan di titik yang tidak selalu tepat di arah titik timur atau di arah titik barat. Kalau kita menghadap ke arah horizon timur maka Matahari maka kita akan dapat menyaksikan lokasi Matahari terbit di sebelah kiri atau kanan titik timur dalam rentang sebesar 23.5 derajat. Matahari terbit dengan lokasi ekstrim 23.5 derajat ke arah Utara pada momen Matahari ekstrim berada di belahan langit Utara pada sekitar tanggal 21 Juni. Matahari terbit dengan lokasi ekstrim 23.5 derajat ke arah Selatan pada momen Matahari ekstrim berada di belahan langit Selatan pada sekitar tanggal 22 Desember. Begitu pula bila kita menghadap ke arah horizon barat maka kita akan menyaksikan Matahari terbenam di lokasi sebelah kiri atau kanan titik barat dalam rentang sebesar 23.5 derajat.
Hanya pada momen tertentu saja Matahari terbit tepat di arah titik Timur dan terbenam di arah titik Barat. Momen itu adalah momen Matahari di arah ekuinok, yaitu dua titik potong ekliptika dan ekuator langit. Dua titik ekuinok ( inggeris: Equinox): itu adalah vernal equinox (untuk belahan bumi Utara merupakan ekuinok musim semi) sekitar tanggal 21 Maret dan autumnal equinox (untuk belahan bumi Utara merupakan ekuinok musim gugur) sekitar tanggal 23 September.
Selain itu kedudukan tahuan Matahari bisa mencapai kedudukan di belahan langit paling Utara setelah melewati titik Vernal Equinox dan kedudukan di belahan langit paling Selatan setelah melewati titik Autumnal Equinox. Pada saat Matahari mencapai titik paling Utara di belahan langit Utara, Matahari mencapai titik Balik Musim Panas (Summer Solstice, solstice berasal dari kata latin sol berarti Matahari (the sun) dan sistere berarti berhenti (stand still) dan kemudian berbalik arah) dan pada saat Matahari mencapai titik paling Selatan di belahan langit Selatan, Matahari mencapai titik Balik Musim Dingin (Winter Solstice). Matahari berada pada titik Summer Solstice sekitar tanggal 21 Juni dan Matahari berada pada titik Winter Solstice sekitar tanggal 22 Desember.
Pada momen Matahari di arah ekuinok ini sorot Matahari terbagi rata sekitar 12 jam di berbagai belahan Bumi. Equinox berasal dari kata latin aequus yang berarti “sama” (Ingg: even) dan nox berarti “malam” (Ingg: night). Dalam kalendar Gregorian kedudukan Matahari di arah titik Vernal Equinox sekitar tanggal 21 Maret dan kedudukan Matahari di arah titik Autumnal Equinox sekitar tanggal 23 September. Sebagai contoh jadual ekuinox tahun 2011 – 2020 dapat dilihat pada table 1 dan table 2.
Tabel 1: Equinok bulan Maret, 2011 – 2020
Thn Tanggal Jam (wib) menit detik
2011 21 6 22 4
2012 20 12 15 46
2013 20 18 3 18
2014 20 23 58 29
2015 21 5 46 33
2016 20 11 31 40
2017 20 17 30 9
2018 20 23 16 57
2019 21 4 59 56
2020 20 10 51 7

Tabel 2: Equinok bulan September 2011 – 2020
Thn Tgl Jam (wib) men detik
2011 23 9 6 5
2012 22 14 50 27
2013 23 3 45 38
2014 23 2 30 36
2015 23 8 22 6
2016 22 14 22 43
2017 23 3 3 25
2018 23 1 55 44
2019 23 7 51 46
2020 22 13 22 16

Momen Matahari di atas Tugu Khatulistiwa
Secara ringkas momen Kulminasi Atas Matahari di Tugu Khatulistiwa dan sekitarnya adalah sebagai berikut : Pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2015 Matahari berkulminasi atas pada jam 11:50 wib dan pada hari Rabu tanggal 23 September 2015 pada jam 11:35 wib. Perbedaan kedua jadual kulminasi atas diakibatkan oleh orbit Bumi mengelilingi Matahari berbentuk ellips dan pada momen bulan September kecepatan orbit Bumi lebih cepat dibanding pada tanggal 21 Maret. Informasi detail tentang waktu, tinggi dan azimuth Matahari di sekitar momen kulminasi atas dapat dilihat pada Table 3 dan Table 4.

Tabel 3: Kulminasi Atas Matahari di Pontianak, 21 Maret 2015
WIB Tinggi (der) Azimuth (der)
11:46 89 84.5
11:47 89.2 82.8
11:48 89.5 79.5
11:49 89.7 70.7
11:50 89.9 19.7
11:51 89.8 295.1
11:52 89.5 282.2
11:53 89.3 278.1
11:54 89 276
11:55 88.8 274.8

Tabel 4: Kulminasi Atas Matahari di Pontianak, 23 September 2015
WIB Tinggi (der) Azimuth (der)
11:31 88.9 86.8
11:32 89.2 85.8
11:33 89.4 84.1
11:34 89.6 79.9
11:35 89.9 57.3
11:36 89.8 291.4
11:37 89.6 278.5
11:38 89.3 275.2
11:39 89.1 273.8
11:40 88.8 273

Momen Matahari di ekuinok 21 Maret 2015 bertepatan dengan momen hari libur Nasional dalam rangka peringatan hari raya Nyepi 1937S. Seperti tahun 2004, hari Raya Nyepi 1926S hari Ahad/Minggu 21 Maret 2004, bertepatan dengan Matahari di Vernal ekuinok. Penetapan hari raya Nyepi menggunakan sistem luni solar yang memerlukan presisi untuk pengetahuan fenomena Bulan dan Matahari. Setahun bisa terdiri dari 354, 355, 384 maupun 385 hari. Sedang sistem kalendar qamariah/bulan murni setahun terdiri 354 atau 355 hari.
Tahun Tgl Hari Raya Nyepi Jmlh Hari /thn Hari
1925S 2 – Aprl 2003 354 Rabu
1926S 21 – Maret 2004 384 Minggu
1927S 9 – Aprl 2005 355 Sabtu
1928S 30 – Maret 2006 354 Kamis
1929S 19 – Maret 2007 354 Senin
1930S 7 – Maret 2008 384 Jum’at
1931S 26 – Maret 2009 355 Kamis
1932S 16 – Maret 2010 354 Selasa
1933S 5 Maret 2011 384 Sabtu
1934S 23 Maret 2012 354 Jum’at
1935S 12 Maret 2013 384 Selasa
1936S 31 Maret 2014 355 Senin
1937S 21 Maret 2015 Sabtu

Momen Matahari di ekuinok pada hari Rabu tanggal 23 September 2015, merupakan momen 9 Dzulhijjah 1436 H, ke esokan harinya merupakan hari libur Nasional, hari Raya Haji atau Idul Adha 1436 H.
Pada tahun 2015 terdapat dua gerhana Bulan Total (GBT), satu gerhana Matahari Total (GMT) dan satu gerhana Matahari Sebagian (GMS). Diantara 4 momen gerhana tersebut hanya momen gerhana bulan total (GBT) yang akan berlangsung pada tanggal 4 April 2015 (pertengahan bulan Jumadil Akhir atau Jumadil Tsani 1436 H) dengan puncaknya pada jam 19:02 wib dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.
Sehari menjelang Matahari di arah ekuinok akan berlangsung gerhana Matahari Total, GMT 20 Maret 2015 dengan lama totalitasnya 2 menit 47 detik. Gerhana GMT 20 Maret 2015 ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. GMT 20 Maret 2015 dapat disaksikan dari wilayah Iceland, Eropa, Africa Utara, Asia Utara. Jalur gerhana Matahari Total melewati Utara laut Atlantik, Pulau Faeroe dan Svalbard. GMT 20 Maret 2015 merupakan gerhana Matahari ke 61 dari 71 gerhana Matahari dalam seri Saros 120.
Tanggal 20 Maret tersebut juga bertepatan dengan konjungsi atau ijtimak akhir Jumadil Awal 1436 H pada tanggal 20 Maret jam 16:36 wib dan bila langit cerah pada tanggal 21 Maret 2015 sore hari setelah Matahari terbenam atau setelah adzan maghrib hilal awal bulan Jumadil Akhir atau Jumadil Tsani 1436 H akan bisa disaksikan dengan mata bugil/telanjang.
Dua sistem Kalendar yaitu sistem Luni-Solar untuk menetapkan hari raya Nyepi yang mengacu pada konjungsi terdekat dengan tanggal 21 Maret untuk menetapkan hari Raya Nyepi dan kalendar qamariah Hijriah yang mengacu pada visibilitas hilal bertemu pada hari ekuinok 21 Maret 2015. Penetapan Awal Jumadil Tsani 1436 H dan penetapan hari Raya Nyepi 1937S bertemu pada hari ekuinok 21 Maret 2015. Sebelum revolusi Gregorian tahun 1582, kedudukan Matahari di ekuinok berlangsung 10 hari lebih cepat, hal ini bisa terjadi karena sebelumnya tidak diadakan koreksi terhadap perubahan posisi titik vernal dan autumnal equinox akibat presesi sumbu rotasi planet Bumi, perlahan tapi pasti sumbu rotasi Bumi berpresesi mengelilingi kutub ekliptika dengan periode 25800 tahun.
Semoga kita dapat mentafakuri dan mentadaburi berbagai fenomena langit berlangsung secara berdekatan, sebuah maha karya Penguasa dan Pemelihara Alam Semesta, Allah swt . “Sungguh penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS 40:57)”
Bandung, Kamis 19 Maret 2015
Moedji Raharto
Staf Pengajar Prodi Astronomi dan Staf Peneliti di Observatorium Bosscha
Institut Teknologi Bandung
HP: 085221088854

Leave a Reply

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create