Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin

April 15th, 2008 by msalman

Inilah hamba tertengadah tak berdaya.

Yang lemah tertatih memikul nista.

Yang malu berselimutkan noda.

Allah, hamba malu menatap-Mu.

Allah, hamba harus lari kemana?

Kian lemah kaki takut akan murka.

Alfa kekuatan selain hanya Engkau.

Namun, hamba ragu ntuk mengetuk pintu.

Akankah masih layak merangkak di
sana.

‘alim, hanya janji-Mu masih tesisa pemicu pertaubatan.

Bukakan ampunan, singkapkan maghfirah.

Ulurkan ridho berbalut pertolongan.

Duhai Illaahi cukup Engkau.

Untuk bekal langkah selamanya.

Waktu terus berganti menghampiri kematian.

Ambilah jiwa dibadung kelembutan,

Inginkan diri disisa umur di dunia.

Yang dibanggakan Sang Pecinta.

Yang dibimbing Kekasih mesra.

Abadi sepanjang masa.

Anugerah paling beharga.

Kehidupan penuh syukur dan makna

Akhirat dihiasi surga.

Nabi pun tersenyum bangga.

Ajaran Quran menjadi realita.

Sunah Rasuh tidak hanya sekedar dibaca.

Terangi langkah mengejar ridha.

Allah tujuan semata.

’alim, senantiasa di pelupuk mata.

Inspirasi menyebar kebaikan dimana saja.

Impikan istiqomah tak berbuat noda dan dosa.

Nantikan senyum Yang Maha Kuasa.

Hello world!

April 15th, 2008 by msalman

Welcome to personal.fmipa.itb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!