Popular Article

Seabad mencari ETI di MWC 349_1

Suryadi Siregar
Astronomy Research Group
Center for Advances Sciences Bld
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung 40132
Indonesia
Email: Suryadi@as.itb.ac.id
 
 
Pendahuluan

Bukan kejutan  tapi konklusi logis dari suatu hipotese. Rasi Cygnus yang selama ini menarik  untuk berburu Nova,  juga merupakan kawasan eksotis bagi pencarian extraplanet (eksoplanet). Planet di luar Tata Surya. Mencari eksoplanet merupakan target antara untuk mencari  ETI (extra terrestrial intelegence).

Yang dimaksud dengan ETI ialah mahluk angkasa luar berintelijen yang bukan berasal dari Bumi. MWC-349 berarti objek dalam urutan   ke 349 dalam katalog Mount Wilson yang terdapat di rasi Cygnus. Ditemukan banyak kabut nebular. Kawasan yang menjanjikan, untuk mencari Tata Surya…read more

 

Asal muasal gunung api di Io dan cincin Jupiter

 

Suryadi Siregar
Astronomy Research Group
Center for Advances Sciences Bld
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung 40132
Indonesia
Email: Suryadi@as.itb.ac.id

 

 

Pendahuluan

Perhatian pertama terhadap keluarga Jupiter bermula pada tahun 1610 ketika Galilei Galileo mengarahkan teropongnya ke planet Jupiter sebagai bagian upayanya untuk mengetahui hakekat alam semesta. Konsep yang lebih jelas mengenai Jupiter tampaknya baru dimulai pada beberapa dasawarsa terakhir ini. Jaman penjelajahan angkasa luar, terutama dengan ditemukannya fenomena baru di Jupiter dan satelitnya, lewat penginderaan dekat misi Pioneer dan Voyager baru baru ini. Artikel ini tidak akan menceritakan apa yang telah dilakukan oleh kedua wahana di atas. Interpretasi ilmiah kiranya lebih menarik untuk diungkap.read more

 

Keterubahan Iklim dan Peristiwa Astronomi

Suryadi Siregar
Astronomy Research Group
Center for Advances Sciences Bld
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung 40132
Indonesia
Email: Suryadi@as.itb.ac.id

Pendahuluan

Oji murid kelas 3 SD  tahu bahwa iklim di Bumi ditentukan oleh lokasi kawasan di Bumi yang menerima sinar dan aktivitas Matahari. Cuaca ekstrim yang tidak menentu menyebabkan timbul pertanyaan Apakah energy Matahari yang kita terima selalu tetap? Dalam skala waktu yang singkat jawabannya iya. Namun untuk skala waktu yang lama tidaklah tetap. Para ahli mencatat abad 17 ternyata lebih dingin dari abad 20. Selain itu terungkap pula, intensitas cahaya matahari menunjukkan kesan yang menaik. Astronom dalam menelaah rahasia  dibalik gemerlapan bintang di langit selalu menggunakan Matahari sebagai patokan. Besaran fisisnya digunakan sebagai satuan dalam astronomi/astrofisika. Trend klimatologi Bumi yang tidak tetap memaksa ilmuwan menengok kembali segala besaran tadi. Demikian pula scenario perjalanan Tata Surya mengedari pusat Galaksi. Tanpa disadari keubahan cahaya Matahari membuat kecerlangan planet-planet tidak lagi sama seperti yang dulu.

read more (in progres)

 

 

 

Raksasa Merah di Rasi Carinae

Suryadi Siregar
Astronomy Research Group
Center for Advances Sciences Bld
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung 40132
Indonesia
Email: Suryadi@as.itb.ac.id

 

Pendahuluan

Kabar pertama dari astronom Jerman. J.Dachs dan J. Isserted telah ditemukan dibagian langit selatan  bintang variable  V 341 Carinae. Bintang variable yang terselubung kabut  dan debu “Butterfly Nebulae”. Tetapi apakah sebenarnya bintang  variabel itu?read more

 

Komet Encke dan Peristiwa Tunguska

 

Suryadi Siregar

Astronomy Research Group

Center for Advances Sciences Bld

Institut Teknologi Bandung

Jl. Ganesha 10, Bandung 40132

Indonesia

Email: Suryadi@as.itb.ac.id

Pendahuluan

Teka-teki ledakan besar  Siberia tahun 1908, agaknya mulai dilupakan orang. Namun beberapa ilmuwan mancanegara masih belum puas atas jawaban yang telah disampaikan. Bahkan ada pula yang mengemukakan besar kemungkinan ledakan itu adalah ledakan nuklir buatan dan bukan akibat alami.Tulisan berikut ini mencoba mendekati masalah ledakan Siberia yang terjadi 109 tahun lalu dari segi ilmiah semata-mata. Komet yang menabrak Siberia, walaupun kecil sekali menumbuk secara frontal, namun pecahan-pecahannya bisa saja menyerempet Siberia read more