Mindset

Di Kota Koeln, sekitar tahun 90-an, masih teramati kultur akademik yang menarik untuk dicermati. Ketika anak kecil akan masuk lingkungan akademik untuk pertama kalinya “Kindergarten”, orang tua dan keluarganya telah menyiapkan hadiah istimewa, biasanya makanan atau mainan kesukaannya yang dibungkus berhias rapi dalam kantung berbentuk kerucut. Hadiah yang telah disiapkan akan diberikan pada hari pertama masuk sekolah. Beberapa hari sebelum hari-H, anak kecil sudah sangat berkeinginan segera membuka hadiah tersebut, dus sangat ingin sekali segera masuk sekolah.

Pada hari-H yang telah dirindukan, biasanya keluarga besar berkumpul untuk menyerahkan hadiah dan mengantar ‘anak kecil’ menuju sekolah Kindergarten. Sebelum bernagkat mereka berfoto bersama dalam suasana yang berbeda. Di sekolah berkumpul anak-anak yang membawa hadiah kantung kerucut berwarna-warni dengan suasana gembira. Sebauh mile stone masuk lingkungan akademik dirayakan seperti hari besar. Anak kecil pun semangat dan menjadi kenangan indah dalam sejarah perjalanan hidupnya.

Suasana sekolah adalah suasana yang menyenangkan dan sering hadiah diberikan di sekolah meskipun itu dari orang tuanya.

Sekolah adalah lingkungan akademik yang selalu dirindukan. Belajar adalah menyenangkan dan terus menjadi budaya. Tidak jarang terlihat kelas penuh sesak sampai duduk di lantai bahkan di luar ruangan untuk mengikuti kuliah dari dosen, meskipun kehadiran tidak pernah menjadi bahan pertimbangan kelulusan.

Acara wisuda, nampaknya bukan persitiwa istimewa. Wisuda S3 misalnya hanya diselenggarakan di suatu kelas tanpa ada formalitas. Jika musim dingin maka peserta wisuda banyak memakai jaket, tidak ada toga. Jika rekan-rekannya ‘iseng’, maka mereka membuat ‘Doktor Hut’, topi yang dibuat menurut ide rekan-rekannya. Lulus atau wisdua terkesan haru karena keluar dari libgkungan akademik…….

Mindset yang ada: masuk sekolah dirindukan, wisuda tidak dirayakan….

 

Comments are closed.