Mencari Format Penilaian TA Yang Lebih Adil

Latar Belakang

Selama ini penilaian TA mahasiswa S1 di Fisika ITB dilakukan pada saat presentasi TA atau yang lebih dikenal dengan sidang TA. TA sendiri adalah suatu proses kerja dan belajar mandiri yang dilakukan minimal dalam 2 semester dengan total beban kredit sebanyak 10 SKS. Apakah proses panjang pengerjaan TA yang dilakukan minimal dalam 2 semester cukup wajar bila dinilai hanya berdasar pada saat presentasi akhir yang maksimal hanya berlangsung selama 2 jam? Untuk menghindari pemberian nilai yang tidak adil, dosen penguji umumnya menaruh kepercayaan tinggi pada penilaian koleganya yang bertindak sebagai pembimbing. Nilai yang diberikan oleh penguji dan pembimbing saat sidang TA itu kemudian direratakan lalu menjadi nilai mata kuliah TA. Mekanisme perata-rataan ini juga terkadang sulit karena nilai sidang TA yang diberikan oleh penguji/ pembimbing disampaikan dalam bentuk A, A-, B, C dan lain sebagainya.

Permasalahan

  • Seringkali saat presentasi TA waktu yang tersedia sangat terbatas sehingga penguji tidak dapat menggali lebih dalam tentang yang dikerjakan oleh mahasiswa.
  • Pada saat presentasipun mahasiswa sering berada dalam kondisi yang tidak prima akibat kejar tayang. Akibatnya tidak jarang mahasiswa sulit menjawab pertanyaan tak terduga namun mendasar dari penguji meskipun jika tersedia cukup waktu pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan baik.
  • Penguji hanya dapat memberikan penilaian berdasarkan performa mahasiswa di ruang sidang saat presentasi dan menjawab pertanyaan.
  • Seringkali, penguji harus berkonsultasi dengan pembimbing dan menanyakan performa mahasiswa tersebut selama proses pengerjaan TA untuk menentukan nilai yang diberikan karena penguji merasa tetap mempunyai tanggung jawab memberikan penilaian yang adil berdasarkan apa yang telah mahasiswa kerjakan bukan hanya saat presentasi akhir.

Format Penilaian Yang Lebih Adil

Berdasar pada hal tersebut, maka perlu dipikirkan format penilaian TA yang lebih adil. Adil bagi mahasiswa, adil bagi pembimbing dan adil bagi penguji. Pemberi nilai (dalam hal ini pembimbing dan penguji) harus mendapat porsinya yang tepat sehingga nilai yang diperoleh mahasiswa cukup adil. Perlu diingat bahwa karena TA adalah proses yang panjang dan melibatkan konsultasi intensif dengan pembimbing, maka seharusnya yang paling besar perannya dalam pemberian nilai adalah dosen pembimbing.

Sedangkan penguji hanya dapat memberi penilaian berdasarkan performa mahasiswa saat menyampaikan hasil TA tetapi sama sekali tidak mengetahu proses yang dilalui oleh mahasiswa, kesulitan-kesulitannya, aktivitasnya dan lain-lain. Untuk itu sudah sewajarnya bobot nilai yang diberikan oleh penguji tidak lebih besar dari pembimbing.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk penilaian yang lebih adil ini adalah dengan memberi bobot penilaian pada masing-masing penguji dan pembimbing. Misalnya pembimbing mendapat bobot 50% sedangkan 2 orang penguji mendapat bobot masing-masing 25%. Dengan bobot penilaian yang lebih rendah, penguji dapat fokus mendasarkan penilaiannya pada performa mahasiswa saat menyampaikan hasil-hasil TA dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Sementara pembimbing lebih fokus pada proses panjang yang dilakukan selama pengerjaan TA.

Pemberian nilai oleh penguji dan pembimbing saat sidang TA juga sebaiknya menggunakan angka (misalnya 0 – 100, atau 0 -bobot) dan bukan dengan huruf. Penilaian dengan angka ini kemudian baru dikonversi menjadi huruf A, B, C dengan mendefinisikan rentang nilai untuk masing-masing huruf (misalnya A>= 80, 65 <= B <= 79 dan C <= 64. Contohnya, dalam suatu sidang TA penguji I memberi nilai 18, penguji II memberi 15 sedangkan pembimbing memberi 45, maka totalnya adalah 78 yang berarti B.

This entry was posted in Education, Opinion. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create