Masalah Kehadiran dalam Perkuliahan Fisika Dasar

Sebenarnya saya termasuk yang tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran mahasiswa dalam kuliah. Artinya persentase kehadiran tidak mempengaruhi penilaian. Jika seorang mahasiswa tidak hadir sama sekali dalam pelaksanaan kuliah namun nilai ujiannya baik tentu saja ia mempunyai peluang untuk memperoleh nilai akhir yang baik. Tapi tentu saja jika ketidakhadiran ybs menyebabkan ybs tidak ikut quiz atau tidak mengumpulkan tugas maka nilai dari aspek-aspek tersebut tentu saja tidak dapat diperoleh.

Namun tidak demikian halnya dengan perkuliahan TPB, dalam hal ini Fisika Dasar. Telah ditentukan oleh pihak TPB (atau mungkin ITB) bahwa kehadiran merupakan aspek penting yang mempengaruhi kelulusan suatu matakuliah. Untuk Fisika Dasar ditetapkan bahwa kehadiran minimal adalah 80%. Jika kehadiran kurang dari 80% maka nilai akhir langsung E meskipun mahasiswa yang bersangkutan mendapat nilai baik di Ujiannya.

Aturan tersebutlah yang saya ikuti dalam pelaksanaan perkuliahan Fisika Dasar. Untuk kelas reguler (mahasiswa baru) umumnya hal ini tidak menjadi masalah. Bahkan saya memberi kebebasan kepada mereka untuk tetap berada di ruang kuliah dan mengikuti perkuliahan secara penuh atau keluar dari kelas (tidak ikut perkuliahan) setelah pengecekan kehadiran (menurut saya ini lebih baik dibandingkan mereka tetap di dalam kelas namun dengan perasaan tersiksa karena perlu melakukan aktivitas lain). Cukup banyak yang memilih keluar kelas, terutama pada minggu-minggu pelaksanaan ujian Kalkulus dan Kimia Dasar.

Akan tetapi untuk kelas mengulang, ini menjadi masalah tersendiri. Sudah sejak awal dalam penentuan jadwal kuliah begitu susah mencari waktu yang pas. Apalagi di minggu pertama kuliah belum semua peserta hadir. Ini makin membuat kesulitan dalam penentuan jadwal kuliah. Belum lagi jadwal peserta yang saling berbeda. Untuk mengatasi hal ini akhirnya saya mengambil jalan tengah bahwa mereka harus hadir pada waktu kuliah, menandatangani daftar hadir kemudian bisa segera meninggalkan ruang kuliah untuk mengikuti kegiatan kuliah lainnya atau praktikum. Sejak awal hal ini telah disampaikan dan cukup sering diulangi selama perkuliahan berjalan. Tentu saja konsekuensi yang menyertai kemudahan ini adalah nantinya tidak ada lagi toleransi mengenai kehadiran. Jadi jika jumlah kehadiran tidak mencukupi tentu saja nilai akhir langsung E (sesuai dengan aturan perkuliahan Fisika Dasar yang disampaikan saat awal kuliah). Menjelang akhir kuliah juga selalu saya ingatkan untuk mengecek jumlah ketidakhadiran agar bisa segera disusulkan izinnya jika memang ada. Tapi nampaknya ini semua tidak menjadi perhatian serius buat sebagian kecil mahasiwa. Mereka ini banyak tidak hadir dalam kuliah dan tidak segera menyampaikan keterangan yang semestinya (paling lambat satu minggu setelah hari H). Jadi tentu saja tidak lagi ada dispensasi dalam masalah kehadiran tersebut bukan? Maka akan sangat wajar manakala saya tidak lagi menerima berbagai macam komplain dan alasan dari mahasiswa yang sejak awal tidak serius mengikuti kuliah dan tidak pernah serius menanggapi apa yang saya sampaikan tentang aturan perkuliahan.

Saya meniatkan dan berharap agar penerapan aturan tersebut (meskipun terkesan kaku dan tanpa kompromi) dapat menjadi bagian dari proses pendidikan agar mahasiswa serius memahami aturan dan bertanggung jawab atas segala pilihan yang mereka ambil serta menerima konsekuensi dari segala pilihan dan tindakan mereka.

This entry was posted in Education, Opinion. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create