Beberapa hal ‘baru’ dan pengalaman pribadi agar berhati-hati mengatakan bid’ah dholalah

Hati-hati mengatakan bid’ah dhalalah, mencermati pengalaman pribadi dan bbrp hal berikut:
  • Sejarah adzan
  • Hadits sholat ashr di bani quraidhah (dua kelompok shahabat berbeda, tidak masalah)
  • Sejarah penulisan mushaf Al Qur’an
  • Penambahan tanda dlm Al Quran
  • Pakaian menutup aurat
  • Khutbah jum’ at dlm bhs daerah
  • Penentuan arah qiblat
  • Zakat dg beras atau uang tunai, qr code, dll
  • Haji: melempar jumrah (lokasi sedikit berbeda dengan sebelumnya, apalagi saat ini bertingkat).
  • Mabit di mina sebelum ke Arofah (tanazul) (saat ini sebagian besar langsung ke arafah)
  • Sholat tarawih berjama’ah sebulan penuh
  • Halal bi halal
  • Makan dg sendok, duduk di kursi spt orang kafir, dll
  • Peringatan tahun baru Islam (Hijriyah)
  • puasa di belahan Utara (Norwegia) (pengalaman 2017 ada 3 waktu yang diikuti jama’ah berbeda dalam masjid yang sama)
  • Jadwal sholat berbeda, apa waktu lalu pengalaman saat di bandara Adi Sucipto ada yg maghrib pkl 17:31; 17:34; 17:41, tergantung cara penghitungan. Perlu sepakat. Penentuan hari arofah.

Comments are closed.