Sunnatulloh

Alloh SWT menciptakan alam semesta ini berikut dengan aturannya. Sehingga auran yang berlaku di alam ini adalah aturan Alloh atau sering disebut dengan istilah sunnatullah. Saya kira lebih tepat kita menggunakan istilah sunnatullah dari pada hukum alam (natural of law), karena alam adalah benda mati yang tidak memiliki hukum, atau ditambahkan bahwa ala m adalah ciptaan Alloh SWT, sehingga otomatis hukum alam adalah dari Alloh. Dalam sains, masih banyak aturan atau  ilmu mengenai alam semesta yang belum terungkap dengan baik, sebagaimana Alloh SWT dalam QS:  berfirman 18:109: “Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” Sampai saat ini para ahli memperikrakan lebih dari 95% dari alam semesta adalah ‘dark matter’ yang belum bisa diobservasi, sebagaimana dituliskan dalam situs BBC. (https://www.bbc.com/bitesize/guides/zstb8mn/revision/3: There is much about the Universe that is not understood, for example dark energy and dark matter. Only five per cent of the Universe is made of the matter (stars, galaxies, people, planets and so on) that is currently understood). Dalam hal yang dapat diamati atau dirasakan sehari-hari saja masih banyak ‘misteri’, kita belajar bahwa dua massa akan tarik-menarik, namun menurut data astronomi (‘red-shift’) alam semesta ini mengembang. Kita merasakan gaya magnet bumi (mengarahkan kompas ke utara magnetik Bumi), saat ini para ahli mengikuti teori dinamo, namun apa yang terjadi sesungguhnya belum diketahui dengan pasti, mengingat eksperimen dengan suhu dan tekanan tinggi tidak mudah dilkukan, apalagi ditambah dinamika isi perut bumi yang sangat kompleks. Semoga kompleksitas alam semesta ini mengingatkan kita untuk mengagungkan Alloh SWT dan tidak merasa sudah memahami semuanya, masih lebih banyak yang belum diketahui.

Comments are closed.